21/10/2026
IMG 20261006 WA0073

Warta intelektual 

SINTANG, KALBAR, Kelangkaan minyak menghantam warga di pedalaman Sintang, khususnya di Kecamatan Serawai dan Ambalau. Sudah hampir dua minggu, warga kesulitan mendapatkan BBM di APMS dan pengecer.

Warga mengeluhkan harga di tingkat pengecer melambung tinggi, sementara APMS sering kosong dengan alasan pasokan terlambat.

“Susah sekali dapat minyak sekarang Pak, APMS di Serawai kosong terus. Di pengecer kalau ada harganya sudah sangat mahal sampai Rp 20 ribu per liter untuk Pertalite.ungkap salah seorang warga Serawai yang enggan disebut namanya kepada Tim Media, Senin (6/10).

Menurut warga, kelangkaan ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi. Ojek, petani, hingga speed boat yang menjadi transportasi utama di Ambalau dan Serawai

“Anak sekolah susah, petani tidak bisa angkut hasil kebun. Kami di hulu ini sangat tergantung minyak. Kalau minyak langka kami yang miskin semakin menderita,” keluhnya.

Warga berharap distribusi bbm ke perhuluan semakin di antisipasi mengingat kondisi kemarau seperti ini

“Kami minta Pertamina dan Disperindag Sintang turun langsung cek ke Serawai-Ambalau. Jangan hanya diam di Sintang kota. Tolong tertibkan pengecer yang jual di atas HET dan pastikan pasokan untuk kami di hulu aman, mohon tambah suplai BBM ke kampung kami,” pinta warga.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak APMS Serawai, Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sintang, serta pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan tersebut.

Media menerbitkan berita ini sebagai bentuk kontrol sosial dan partisipasi masyarakat. Media terbuka untuk hak jawab dari semua pihak terkait.

Tim Redaksi