23/10/2026
Img 20240618 Wa0022

Warta intelektual.com

(Edukasi)

Hikmah Apa yang Terkandung Dalam Kurban?

Proses penyembelihan hewan kurban juga memiliki makna pembersihan diri dari sifat-sifat negatif, seperti kedengkian, kebencian, dan egoisme.

Dalam melakukan kurban, seorang Muslim diharapkan untuk menyalurkan niatnya secara murni hanya untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Hal ini membantu umat Islam untuk membersihkan diri dari sifat-sifat yang merusak hubungan mereka dengan Allah dan sesama manusia.

Ibadah kurban juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya berbagi dengan sesama. Ketika seorang Muslim mengorbankan hewan kurban, dia tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.

“Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara umat Muslim dan memperkuat rasa solidaritas serta empati terhadap sesama,” ujar pemuda bernama Muslim yang adalah seorang Muslim.

Dengan mengorbankan bagian dari harta yang dimiliki, seorang Muslim mengakui bahwa segala sesuatu yang dimilikinya berasal dari Allah SWT.

“Pelaksanaan kurban adalah cara untuk menyatakan rasa syukur atas berkah dan rizki. Lebih dari sekadar ritual, ibadah kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.

Dengan mengorbankan hewan kurban, seorang Muslim mengaktualisasikan kepatuhan dan ketaatan yang dalam kepada Sang Pencipta.

Perayaan hari raya Idul Adha setiap tahun dilaksanakan, pada momen ini, umat muslim disarankan untuk berkurban bagi yang mampu. Hewan kurban yang dipilih tentu merupakan hewan yang baik. Lalu, apa tips memilih hewan kurban yang baik?.

Menurut Prof Dr Ir Sri Hidanah MS Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) ada beberapa hal yang menjadi perhatian saat memilih hewan kurban. Hewan kurban harus sehat dan tidak ada cacat fisik. Pastikan juga untuk mengamati kuku pada hewan kurban.

“Kukunya sebaiknya utuh. Hewan yang cacat bisa terlihat dari gerakan saat berjalan. Tidak boleh pincang dan harus benar-benar sehat,” katanya.

Ciri Hewan Kurban Sakit
Prof Hidanah mengatakan bahwa ciri hewan kurban yang sakit biasanya nafsu makan menurun, tampak malas saat berjalan, dan adanya kelemahan pada bagian tubuh. Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah pastikan hewan kurban tidak buta, tidak kurus, berjenis kelamin jantan, dan kotorannya tidak lembek.

“Pastikan dia jantan dan tidak dikebiri. Kalau sehat bisa terlihat dari kotoran yang teksturnya padat. Selain itu, nafsu makan baik, gerakan lincah, dan bulu bersih,” terangnya.

Pastikan juga umur hewan sudah cukup umur. Umur yang pas bagi kambing untuk dijadikan hewan kurban adalah lebih dari satu tahun. Sedangkan sapi usianya lebih dari dua tahun. Untuk mengetahui umur hewan kurban ini dapat melalui struktur gigi yang hewan miliki.

“Jika sudah ada pergantian sepasang gigi tetap baik pada kambing atau sapi, ini menandakan mereka sudah cukup umur. Perbedaan gigi bisa terlihat dari bentuknya. Gigi yang sudah berganti biasanya ukurannya akan lebih besar dari pada sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, cacat pada telinga bisa jadi tidak cacat asal keadaannya tidak parah. Biasanya untuk menandai sapi maka sapi diberi anting. Anting ini membantu untuk mengetahui asal dan umur. “Sapi yang sudah vaksin PMK juga bisa dilihat dari penanda di telinga. Telinganya memang terdapat lubang. Jadi itu tidak masuk kategori cacat,” tuturnya.

Waspadai LSD

Selain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ada penyakit lain yang saat ini menghampiri hewan kurban yaitu Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit ini menimbulkan benjolan-benjolan kecil pada kulit karena virus. Tapi penyakit ini hanya menular dari hewan ke hewan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengaturnya dalam Fatwa MUI No. 34 Tahun 2023. Pada keterangan tersebut menjelaskan bahwa hewan yang terjangkit LSD dengan gejala klinis berat tidak boleh menjadi hewan kurban.

Gejala klinis berat pada LSD terlihat dari benjolan-benjolan yang komposisinya lebih dari 50 persen pada area tubuh. “Jika ada benjolan yang pecah dan menjadi koreng, sebaiknya tidak jadi hewan kurban,” paparnya.

Saat membeli hewan kurban masyarakat juga harus teliti. Sebaiknya hewan kurban juga terdapat Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Biasanya, ada dokter hewan dan tim dari dinas setempat akan memeriksa kesiapan hewan sebelum jadi kurban sampai proses penyembelihan selesai,” pungkasnya.

Sumber: Beberapa Media Online.

Pemred/Ade Muhammad Abdul Hadi